Antara Doa dan Duka : Ketika Kesehatan Mental DIbungkam Oleh Kesakralan
Detail Produk Antara Doa dan Duka : Ketika Kesehatan Mental DIbungkam Oleh Kesakralan
Ada masa ketika doa menjadi satu-satunya hal yang diminta, sementara luka batin diminta untuk diam.
Dalam banyak ruang, kesehatan mental kerap dipertentangkan dengan iman. Rasa lelah dianggap kurang berserah, air mata dinilai sebagai tanda kelemahan, dan keinginan mencari bantuan profesional sering disambut dengan kalimat, “Cukup berdoa saja.”
Antara Doa dan Duka hadir untuk membicarakan konflik batin tersebut. Buku ini mengajak pembaca menelusuri pergulatan antara keinginan untuk bertahan dengan cara yang sehat dan tuntutan budaya untuk selalu terlihat kuat serta pasrah. Dengan bahasa reflektif dan jujur, buku ini menempatkan iman bukan sebagai alat pembungkaman, melainkan sebagai ruang yang memberi napas.
Buku ini tidak menawarkan jawaban instan. Ia mengajak pembaca untuk berhenti sejenak, mendengarkan diri sendiri, dan menyadari bahwa merawat kesehatan mental bukanlah bentuk pengingkaran terhadap iman, melainkan bagian dari upaya menjaga kehidupan.
Karena berserah diri tidak selalu berarti memendam. Dan keberanian kadang dimulai dari mengakui bahwa kita membutuhkan pertolongan.
Penulis : Tanzila Putri
Cover : Softcover
Jenis : Prosa
Hal : viii+98 halaman
Penerbit : CV. Pena Borneo
